Aplikasi pemrograman linear pada perencanaan perkotaan
Mulanya, pemrograman linear
merupakan sebuah teknik yg digunakan pada masa perang dunia ke-2. Teknik ini
digunakan untuk memasok bahan persiapan para tentara untuk berperang secara
optimal. Seiring berjalannya waktu dan berkembangnya disiplin ilmu, teknik ini
tidak hanya digunakan untuk persoalan tersebut, tetapi juga dapat digunakan
pada berbagai macam persoalan. Salah satunya adalah perencanaan perkotaan.
Berikut merupakan contoh persoalan perencanaan perkotaan yang akan digambarkan
dalam bentuk soal cerita dari buku Riset Operasi Suatu Pengantar. Soal tersebut dapat diselesaikan dengan solver Ms. Excel
Seorang makelar sedang mengembangkan perumahan sewa di sebuah lahan. Area perumahan terdiri dari apartemen, duplex dan rumah
petak. Permintaan maksimum yang berpotensial untuk penyewaan diperkirakan 500 apartemen, 300 dupleks
dan 250 rumah petak, tetapi jumlah dupleks harus sama
setidaknya 50% dari jumlah apartemen dan rumah petak. Proporsi lahan setidaknya sejumlah dengan jumlah
unit perumahan
seluas 10ft2, 15ft2
dan 18ft2 untuk apartemen, duplex dan rumah petak, masing-masing. Namun ketersediaan lahan tidak lebih
dari 10.000ft. Pendapatan sewa bulanan diperkirakan, masing-masing $ 600, $ 750, dan $ 1200 untuk unit apatemen, dupleks, dan
rumah petak. Biaya sewa lahan seharga $100/ft. Kembangkan model Linear Programing untuk menentukan luas lahan dan jumlah perumahan yang optimal.
Jawab:
Menetukan variabel
x1 = appartments
x2 = duplex
x3 = rumah petak
y = jumlah
lahan yg akan disewa
Berdasarkan persoalan di
atas, tujuan pemecahan masalah adalah mencari keuntungan maksimum, walaupun di
atas terdapat keterangan mengenai biaya
A.
Tujuan
max z = 600x1 + 750x2
+ 1200x3 - 100y
B.
Kendala
1. Jumlah maksimum permintaan dari masing-masing
perumahan (apartemen, duplex, dan rumah petak), hal ini menunjukkan permintaan
masing-masing perumahan tidak lebih (<) dari jumlah yg tertera di soal
x1
<= 500
x2
<= 300
x3
<= 250
2. Jumlah dupleks diharuskan samadengan minimal 50%
dari jumlah unit apartement ditambah rumah petak.
x2
>= 0.5(x1+x3) or x2 - 0.5x1 - 0.5x3 >= 0
permintaan (x1+x3:
500+250 = kurangdari 750), jadi x2 sejumlah kurangdari 300 harus sama atau
lebih dari setengahnya(x1+x3)
Pemikirannya, jumlah x2
harus minimal setengahnya jumlah (x1+x3). Misal x1=250, x2=200, maka
250+200=450, sehingga x2 jumlahnya adalah setengahnya dari 450, yaitu 225
3. Luas lahan yg harus disewa paling tidak
proporsional atau sebanding dengan luas keseluruhan masing-masing perumahan
(appart+duplex+srumah petak), dan luas masing-masing perumahan (appart, duplex,
dan rumah petak) adalah 10ft2, 15ft2, and 18ft2.
jumlah luas area
setidaknya proporsi dengan jumlah dari (appart, dupx, single home)
y
>= 10x1 + 15x2 + 18x3
or
y -
10x1 - 15x2 - 18x3 >= 0
4. Luas maksimal lahan sebesar 10000ft2
y <= 10000
Berikut merupakan
keseluruhan formula
max z = 600x1 + 750x2 + 1200x3 - 100y
x1 <= 500
x2 <= 300
x3 <= 250
x2 - 0.5x1 - 0.5x3 >= 0
y - 10x1 - 15x2 - 18x3 >= 0
y <= 10000
x2 - 0.5x1 - 0.5x3 >= 0
y - 10x1 - 15x2 - 18x3 >= 0
y <= 10000
Berikut merupakan hasil optimasi dengan solver pada Ms. Excel
Dan dibawah ini merupakan analisa sensivitas dari persoalan di atas



Comments
Post a Comment